Aksi Daur Ulang Sampah dengan Edukasi “Kebersihan Sebagian dari Iman” di SDN Sambongjaya
DOI:
https://doi.org/10.64847/niskala.v2i1.201Keywords:
Daur Ulang Sampah, Kebersihan Sebagian dari Iman, Pengabdian masyarakatAbstract
Pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat, tetapi terutama pada penguatan kompetensi operasional pengguna agar pemanfaatannya berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada peningkatan kapasitas Kelompok Tani Berkah Mulya dalam pengoperasian dehidrator tipe kabinet untuk pengolahan pascapanen, dengan penekanan pada SOP, kendali parameter proses (suhu–waktu–ketebalan irisan), keselamatan kerja, dan pemeliharaan dasar melalui praktik langsung dan simulasi komoditas lokal. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman teknis peserta dari rerata 36% menjadi 81% (Tabel 4). Efisiensi pascapanen turut membaik: durasi pengeringan lebih terprediksi (6–12 jam dibanding 18–30 jam), produk gagal menurun (3–6% dibanding 12–18%), serta umur simpan meningkat menjadi 4–8 minggu (Tabel 5). Selain itu, teridentifikasi jalur nilai tambah yang realistis melalui produk kering dan setengah jadi (Tabel 6). Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan operasional berbasis praktik merupakan faktor kunci keberhasilan adopsi teknologi pengeringan pada skala kelompok tani.





