Implementasi Teknologi MaggotBox sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Ancol II
DOI:
https://doi.org/10.64847/niskala.v2i2.162Keywords:
MaggotBox, sampah organik, pemberdayaan masyarakat, Bank Sampah, pengabdian masyarakatAbstract
Permasalahan sampah organik rumah tangga masih menjadi isu utama di berbagai daerah, termasuk di Kelurahan Ancol II, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Timbulan sampah organik yang tidak terkelola menimbulkan bau, mencemari lingkungan, dan meningkatkan volume sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan solusi pengelolaan limbah organik rumah tangga berbasis teknologi tepat guna dengan penerapan MaggotBox. Metode pelaksanaan meliputi lima tahapan: (1) sosialisasi dan edukasi, (2) pelatihan teknis pembuatan dan penggunaan MaggotBox, (3) distribusi MaggotBox kepada 20 rumah tangga, (4) pendampingan lapangan, dan (5) evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 82% berdasarkan pre-test dan post-test, serta kemampuan rumah tangga mengolah rata-rata 1–1,5 kg sampah organik per hari. Panen maggot mulai dilakukan pada minggu ke-5, dengan rata-rata hasil 0,8–1 kg per rumah tangga per minggu. Produk sampingan berupa frass juga telah dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Dari sisi kelembagaan, Bank Sampah Ancol (BSA) mengalami penguatan peran sebagai fasilitator lokal melalui penyusunan modul replikasi dan persiapan pelatihan Training of Trainers. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi timbulan sampah organik sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dengan demikian, penerapan MaggotBox dapat direkomendasikan sebagai model pengelolaan sampah organik rumah tangga yang berkelanjutan dan replikatif di wilayah lain.





