Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Hasil Produksi Camellia Sinensis di Kebun Teh Lawang
Keywords:
Agroekologi, Camellia sinensis, ketinggian tempat, mikroklimat, produksi pucuk tehAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan ketinggian terhadap produksi pucuk teh (Camellia sinensis) di Kebun Teh Lawang, Kabupaten Malang. Tiga titik elevasi (1002, 1035, dan 1038 mdpl) diamati untuk melihat perubahan mikroklimat, kedalaman tanah, dan tingkat erosi yang memengaruhi pertumbuhan pucuk. Data diperoleh melalui pengukuran parameter lingkungan dan penimbangan hasil pucuk pada setiap titik. Hasil menunjukkan bahwa ketinggian memengaruhi produktivitas secara tidak langsung melalui suhu dan kelembapan. Suhu lebih rendah dan kelembapan tinggi menghasilkan pucuk yang lebih berkualitas, sedangkan tanah dangkal dan erosi berat menurunkan produksi, terutama pada musim kemarau. Wawancara pekerja kebun menguatkan bahwa kondisi musim memengaruhi laju pertumbuhan tunas. Faktor lingkungan paling berpengaruh adalah kedalaman tanah, tingkat erosi, dan ketersediaan air.





