Analisis Spasial Persebaran COVID-19 di Kota Bandung tahun 2021 Menggunakan Indeks Moran’s 1 dan Kepadatan Penduduk
Keywords:
Covid 19, Indeks Moran, Kepadatan Penduduk, Kota BandungAbstract
Pandemi COVID-19 yang pertama kali terdeteksi di Wuhan pada Desember 2019 telah memberikan dampak signifikan di berbagai wilayah, termasuk Kota Bandung. Kota ini menghadapi tantangan besar dalam pengendalian penyebaran virus karena tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan distribusi kasus yang tidak merata di setiap kecamatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola spasial persebaran COVID-19 di Kota Bandung tahun 2021 menggunakan Indeks Moran, dengan menambahkan variabel kepadatan penduduk sebagai faktor penjelas. Data yang digunakan terdiri atas jumlah kasus COVID-19 per kecamatan dan data kepadatan penduduk, yang diperoleh dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung. Data spasial batas administrasi kecamatan dalam format shapefile diintegrasikan dengan data numerik melalui perangkat lunak ArcGIS 10.4, sehingga memungkinkan analisis spasial dan penyusunan peta tematik. Pengujian autokorelasi spasial dilakukan untuk mengukur sejauh mana distribusi kasus maupun kepadatan penduduk menunjukkan pola pengelompokan atau sebaran acak. Hasil distribusi kasus COVID-19 di Kota Bandung bersifat acak secara spasial, Temuan ini mengisyaratkan bahwa meskipun kasus COVID-19 menyebar secara acak, wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi tetap berpotensi menjadi pusat penyebaran. Oleh karena itu, integrasi analisis spasial dengan data demografis menjadi penting dalam perumusan strategi intervensi dan kebijakan kesehatan masyarakat di tingkat lokal.





