Pola Spasial Kependudukan dan Kesehatan di Kota Tasikmalaya: Analisis Geografis dengan Pendekatan Statistik Spasial
Keywords:
HIV/AIDS, Autokorelasi Spasial, LISA, Moran’s I, statistik spasial, TasikmalayaAbstract
Penyebaran HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya merupakan masalah kesehatan yang perlu perhatian serius, terutama dengan adanya ketimpangan spasial dalam distribusi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial penyebaran HIV/AIDS dengan menggunakan metode statistik spasial, yaitu Average Nearest Neighbor (ANN), Indeks Moran’s I, dan Local Indicator of Spatial Association (LISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi wilayah administratif Kota Tasikmalaya bersifat tersebar, namun kepadatan penduduk tidak menunjukkan autokorelasi spasial yang signifikan. Sebaliknya, analisis LISA mengungkapkan adanya pola autokorelasi spasial yang signifikan di beberapa kecamatan, terutama Cipedes (High-Low outlier), Cihideung (Low-High outlier), dan Tamansari (Low-Low cluster). Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam perencanaan intervensi kesehatan berbasis wilayah yang lebih tepat sasaran, serta menyarankan penggunaan variabel sosial ekonomi untuk analisis lanjutan.





